Laman

cari disini

Jumat, 20 Desember 2019

Pengalaman Tidak Lolos Administrasi CPNS 2019


Pengalaman Tidak Lolos Administrasi CPNS 2019

            Pertengahan bulan Desember ini merupakan bulan yang sedikit mendebarkan untuk beberapa pelamar CPNS 2019. Tanggal 16 Desember 2019 adalah hari pengumuman seleksi administrasi CPNS 2019. Seluruh kementerian dan lembaga (kecuali 5 kementerian yang diumumkan beberapa hari sebelumnya) diumumkan hari ini mulai pukul 00.00.
Setelah pengumuman, pelamar yang tidak lolos dengan status TMS (Tidak Memenuhi Syarat) diberikan kesempatan melakukan sanggah. Masa sanggah dibuka selama 3 hari pasca pengumuman seleksi administrasi yaitu tanggal 17 – 19 Desember 2019.
Saya juga termasuk peserta yang tidak lolos seleksi administrasi CPNS. Formasi yang saya lamar diumumkan pada Senin, 16 Desember 2019 pukul 12.00 WIB tetapi saya baru membuka pengumuman sore harinya. Dan ternyata nama saya tidak tercantum di kolom pelamar yang lolos seleksi. Kemudian saya mengecek di website resmi www.sscnbkn.go.id. Ternyata benar saya tidak lolos berstatus TMS dan disitu ada alasan TMS, yaitu ada perbedaan nama prodi pelamar dan formasi yang dibutuhkan.
Bagaimana perasaan saya? Seketika pasti ada rasa kecewa. Tetapi saya selalu mendapatkan semangat dari pasangan tercinta. Disitu saya diberikan motivasi kuat untuk segera mengurus berkas ke kampus karena masa sanggah yang sangat terbatas dan segera menyelesaikan tanggungan tugas yang ada. Dalam pikiran kami biasanya mengurus berkas seperti itu tidak bisa selesai dalam satu hari, bagaimana pun pasti tidak hanya seorang yang dilayani.
Saya berangkat ke Surabaya keesokan harinya. Saya segera memetakan apa yang akan saya lakukan sesampai disana. Kemana saya akan menuju, dimana saya menginap, persiapan apa saja yang saya siapkan sebelum ke kampus. Sampai di Surabaya sudah pukul 20.00 dan saya langsung menuju rumah adik saya. Saya memanfaatkan waktu istirahat malam itu karena saya punya riwayat pasca operasi dan belum melewati masa aman 3 bulan.
            Keesokan harinya saya sampai di kampus pukul 07.30 dan segera menuju tempat pengetikan dan me-ngeprint segala berkas yang belum lengkap. Saya menuju rektorat dan melalui beberapa interogasi di depan bersama satpam dan beberapa pegawai disana. Saya mulai menuju Wakil Rektor I di lantai 2, kemudian disarankan ke Fakultas di lantai 3 tetapi disana saya dibingungkan karena sangat banyak fakultas baru. Akhirnya menuju Fakultas Teknik Elektro dan dilempar ke Fakultas Vokasi. Tidak cukup disitu disuruh turun ke gedung BAPKM ITS bertemu bapak Nur Suko. Baru disitulah saya memiliki sedikit pencerahan. Kebetulan Pak Nur itu om teman saya kuliah dan rumahnya dekat dengan kos saya jaman kuliah. Singkat cerita di dalam ruang tersebut saya dijelaskan bahwa ini ranahnya orang-orang yang di FTI (Fakultas Teknik Industri) karena tanda tangan ijazah oleh Pak Dekan dari FTI. Dengan wajah semakin sumringah saya langsung kembali menuju lantai 3 gedung rektorat.
            Tiba di FTI saya disambut bapak-bapak yang ada di bagian penerimaan, aduh saya lupa namanya, yang dulu sering ketemu saat kuliah. Disana benar-benar tercerahkan semuanya. Prosesnya melalui Departemen Jurusan dan kemudian dikirim ke Fakultas Vokasi. Tanpa pikir panjang saya turun dan menuju departemen yang lokasinya lumayan agak jauh. Dengan napas yang semakin terengah-engah saat berjalan dan sesekali berhenti untuk minum.
            Singkat cerita sampailah di departemen jurusan menuju lobi dan menjelaskan tujuan. Ternyata takdirnya saya disuruh istirahat dulu. Petugas yang mengurus hubungannya dengan akreditasi dan jurusan sedang ada rapat hingga kira-kira 2 jam ke depan. Baiklah saya keluar dan memutuskan berjalan-jalan di sekitar kampus dan berhentilah di kantin jurusan.
            Dua jam kemudian saya kembali menuju ruang dan bertemu dengan mas Hadi. Saya sangat kaget ternyata mas Hadi masih ingat betul dengan saya padahal saya lulus sudah 5,5 tahun lalu. Beliau cerita sedikit soal ingatannya tentang saya dulu. Walau sedikit malu tapi ada rasa bangga diingat oleh orang Departemen Jurusan. Langsung saja saya menjelaskan tujuan saya dan namun mas Hadi bilang kalau surat keterangan dekan tidak bisa langsung jadi karena Pak Dekan sedang pergi. Akhirnya saya dibantu membuat kata-kata sanggahan yang tepat agar saya bisa lolos seleksi CPNS 2019. Jika nanti surat keterangan dekan sudah ada akan dikabari dan silakan diambil.
            Rasa lega sudah mendapat alasan sanggahan yang  meyakinkan tetapi ternyata tidak hanya disitu. Kolom sanggahan hanya terbatas 100 karakter. Disitulah mulai memutar otak untuk merangkai kata-kata yang tepat. Saya duduk di bangku taman SAC ITS dan menghadap laptop dan handphone untuk terus berkomunikasi dengan suami dan adik saya. Selama hampir 3 jam akhirnya bisa finalisasi mengunggah sanggahan. Semoga mendapatkan hasil yang terbaik. Amin.
            Buat rekan-rekan yang mau melamar pekerjaan dan ragu tidak diterima gara-gara nama prodi yang brbeda jangan putus asa. Silakan minta surat keterangan kampus. Pasti ada solusi terbaik. Semoga rekan-rekan sukses CPNS 2019.
            #30DWC #30DWCJilid21 #Squad5 #Pejuang30DWC


Tidak ada komentar:

Posting Komentar