Kepenatan Roy
Setiap orang
pasti ingin kaya, ingin sukses, ingin hidup nyaman, tenang, ingin liburan enak,
bisa beli ini, beli itu, semua serba yang enak-enak. Hal itu wajar jika
diinginkan setiap orang bahkan sudah menjadi cita-cita yang mengakar.
Seseorang akan
terus berusaha untuk mendapatkan apa yang dicita-citakannya. Begitu juga dia,
Roy. Mulai dari anak ingin meraih prestasi di sekolahnya maka dia akan belajar
keras. Kemudian melanjutkan belajarnya ke pendidikan tinggi juga harus belajar sangat
keras. Agar bisa lulus dan diwisuda dia berjuang mati-matian melobi dosennya. Saat
sudah diwisuda dia bercita-cita lagi untuk bisa menduduki salah satu kursi di
suatu perusahaan ternama dia pun harus bekerja keras. Dia mencoba melamar di
berbagai perusahaan dan mengalami banyak penolakan.
Saat sudah
memperoleh kerja yang diinginkan, dia merasa bangga dan menjalani hari-harinya
dengan penuh percaya diri. Dia rajin selalu hadir tepat waktu bahkan sering hadir
pertama daripada yang lain. Namun, hal itu terasa hanya sebentar saja. Sama seperti
sebelum-sebelumnya saat masih sekolah. Bahagia hanya sangat sebentar. Beberapa bulan
kemudian mulailah muncul kejenuhan. Hingga Roy menghubungi teman-teman kuliahnya
dan mengajak reuni pertama.
“Hai, Roy.” tanya
Siska
“Hai, Sis. Bagaimana
kabarmu?” Roy balik bertanya.
“Ya,
beginilah baik-baik saja.”
“Hai, Siska.
Sudah lama? Aku duduk disini ya? tiba-tiba Hero datang dan segera duduk di sebelah Siska.
Suasana semakin
ramai dan perbincangan 15 anak muda itu mulai ngelantur kesana kemari. Roy
mulai bisa melepas rasa penat di tempat kerjanya yang baru itu.
***
#30DWC
#30DWCJilid21 #Squad5 #Day12 #Pejuang30DWC